Aqiqah bandung layanan aqiqah 081398911745

Матеріал з HistoryPedia
Версія від 13:31, 20 грудня 2017, створена RenateKoenig (обговореннявнесок) (Створена сторінка: Cerita Maryam Ibunda Nabi Isa Alaihissalam Kita juga akan temukan cerita Maryam ibunda nabi Isa AS dalam surah Ali Imran, yakni surah ke tiga dalam Al Quran...)

(різн.) ← Попередня версія • Поточна версія (різн.) • Новіша версія → (різн.)
Перейти до: навігація, пошук

Cerita Maryam Ibunda Nabi Isa Alaihissalam


Kita juga akan temukan cerita Maryam ibunda nabi Isa AS dalam surah Ali Imran, yakni surah ke tiga dalam Al Quran. Surah Ali Imran termasuk juga surah Al QUran yang panjang. Kenapa Allah jadikan nama Ali Imran jadi satu nama surah dalam Al Quran, pastinya memiliki argumen.

Ali Imran adalah nama seseorang lelaki yang keluarganya sudah dipilih jadi keluarga yang diberkati oleh Allah. Allah pilih keluarga Ali Imran yaitu karna dari pasangan suami istri ini lahir salah seseorang wanita yang mulia dalam histori yakni Maryam. kambing untuk aqiqah

Sebenarnya Allah sudah pilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim serta keluarga ‘Imran lebih dari semua umat (di masa mereka semasing), (3 : 33)

Semasa Maryam masih tetap didalam kandungan, istri Imran yang bernama Hannah bernazar juga akan “menyerahkan” anaknya itu pada Allah jadi Pemelihara supaya nantinya jadi hamba yang soleh yang senantiasa berkhidmat di Baitul Maqdis (Yerussalem). Hal semacam ini tertulis didalam ayat ke-35 yang terjemahannya berbunyi :

(Ingat-ingatlah), saat isteri ‘Imran berkata : “Ya Tuhanku, sebenarnya saya menazarkan pada Engkau anak yang dalam kandunganku jadi hamba yang saleh serta berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karenanya terimalah (nazar) itu dari padaku. Sebenarnya Engkaulah Yang Maha Mendengar sekali lagi Maha Ketahui”. (3 : 35)

Hari-hari selalu jalan. Takdir Allah tidak bisa dielakkan. Saat masa kelahiran anaknya telah dekat, ’Imran, suami Hannah, meninggal dunia. Hannah kehilangan suami yang mencintainya. Tak ada yang memperingannya terkecuali saudara perempuannya, yakni Isya`, serta suami Isya`, Nabi Zakariya, keturunan Nabi Sulaiman bin Daud as. Untuk mencari nafkah, Nabi Zakariya berprofesi jadi tukang kayu.

Saat tahu anak yang dilahirkan itu yaitu wanita, istri Imran menamai anaknya Maryam, serta istri Imran memohon pada Allah supaya anaknya itu dijaga oleh Allah serta melindunginya dari syetan.

Jadi ketika isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata : “Ya Tuhanku, sesunguhnya saya melahirkannya seseorang anak wanita ; serta Allah lebih ketahui apa yang dilahirkannya itu ; serta anak lelaki tidak seperti anak wanita. Sebenarnya saya sudah menamai dia Maryam serta saya mohon perlindungan untuk dia dan anak-anak keturunannya pada (pemeliharaan) Engkau dari pada syaitan yang terkutuk. ” (3 : 36)

Hannah lalu ambil Maryam, membungkusnya dengan kain, serta pergilah ia dengan anaknya dari Nazariat ke Baitul Maqdis untuk melakukan nadzarnya. Dia menjumpai beberapa pendeta yang berada di sana, yakni putra-putra Harun, yang jumlahnya tiga puluh orang. Mengenai Nabi Zakariya yaitu kepala Baitul Maqdis.

Hannah berkata pada mereka, “Ambilah anak yang kunadzarkan ini! ”

Jadi, dengan berebutan, pada pendeta itu tawarkan dianya untuk memungut anak itu, termasuk juga Nabi Zakariya. Semasing dari mereka menginginkan ambil serta pelihara Maryam, sebab bayi itu yaitu anak ‘Imran, seseorang yang populer shaleh.

Pada akhirnya semuanya pendeta itu sepakat untuk mengundi siapa diantara mereka yang paling memiliki hak atas anak itu. Pergilah mereka ke Sungai Urdun. Semasing mereka melemparkan pena-pena yang umum mereka pakai untuk menuliskan ayat-ayat Taurat ke air sungai.

Allah SWT berfirman :

Ali ‘Imran : 44

44. Yang sekian itu yaitu beberapa dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan pada anda (ya Muhammad) ; walau sebenarnya anda tidak ada bersama mereka, saat mereka melemparkan pena-pena mereka (untuk mengundi) siapa diantara mereka yang juga akan pelihara Maryam. Serta anda tidak ada di bagian mereka saat mereka bersengketa.

Nyatanya, air sungai menenggelamkan semuanya pena pendeta itu, terkecuali pena Zakariya yang tetaplah terapung-apung di permukaan air. Dengan demikan, bermakna Zakariyalah yang memiliki hak pelihara Maryam.

Allah SWT berfirman :

Ali ‘Imran : 37

37. Jadi Tuhannya menerimanya (jadi nazar) dengan penerimaan yang baik, serta mendidiknya dengan pendidikan yang baik serta Allah jadikan Zakariya pemeliharanya.

Maryam tumbuh jadi wanita yang kerjanya sehari-hari cuma melaksanakan ibadah dengan berkhidmat pada Allah di Rumah-Nya di Baitul Maqdis. Zakaria yaitu “kuncen” Tempat tinggal Allah itu. Di sinilah Allah turunkan Rahmat-Nya pada Maryam. Setiap saat Zakaria menjumpai Maryam di mihrab, dia merasakan beragam makanan yang lezat ada di samping Maryam. Dari manakah datangnya makanan itu? Setahu dia Maryam tidak sempat membawa makanan ke Rumah-Nya, Zakarilah yang senantiasa mengantarkan makanan pada Maryam. Maryam menjawab kalau makanan itu berasal segera dari Allah, mungkin saja di turunkan dari langit atau lewat penghubung malaikat-Nya. jual domba aqiqah

Kelanjutan ayat 37 diatas :

Tiap-tiap Zakariya masuk untuk menjumpai Maryam di mihrab, ia temui makanan di sisinya. Zakariya berkata : “Hai Maryam dari tempat mana anda peroleh (makanan) ini? ” Maryam menjawab : “Makanan itu dari bagian Allah”. Sebenarnya Allah berikan rejeki pada siapa yang diinginkan-Nya tanpa ada hisab. (3 : 37)

Allah sudah pilih Maryam jadi wanita solehah yang dilebihkan dari wanita beda didunia. Serta (ingat-ingatlah) saat Malaikat (Jibril) berkata : “Hai Maryam, sebenarnya Allah sudah pilih anda, mensucikan anda serta melebihkan anda atas semua wanita didunia (yang semasa dengan anda). (3 : 42)

Jadi bentuk ketaatan, Allah memerintahkan Maryam supaya senantiasa menyembah Allah, senantiasa sujud serta rukuk pada Allah dengan beberapa orang yang lain lainnya yang menyembah Allah.

Hai Maryam, ta’atlah pada Tuhanmu, sujud serta ruku’lah dengan beberapa orang yang ruku’. (3 : 43)

Hingga satu hari Allah juga akan memberi satu keajaiban yg tidak diduga-sangka untuk Maryam. Allah menyampaikan kabar kalau Maryam juga akan memiliki kandungan seseorang anak lelaki yang namanya telah ditetapkan oleh Allah yakni Isa Al Masih tetap (atau Al Masih tetap isa putera Maryam).

(Ingat-ingatlah), saat Malaikat berkata : “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan anda (dengan kelahiran seseorang putera yang di ciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih tetap ‘Isa putera Maryam, seseorang terpenting didunia serta di akhirat serta termasuk juga beberapa orang yang didekatkan (pada Allah), (3 : 45)

Saat masih tetap bayi Isa nantinya mempunyai mukjizat yakni telah dapat bicara dengan manusia :

serta dia bicara dengan manusia dalam buaian serta saat telah dewasa serta dia yaitu termasuk juga beberapa orang yang saleh. ” (3 : 46)

Maryam sudah pasti terasa kaget, bagaiman mungkin saja dia juga akan memiliki kandungan, walau sebenarnya dia belum juga menikah, serta dia belum juga sempat disentuh atau terkait dengan lelaki manapun. Sudah pasti, karna Maryam kerjanya sehari-hari hanya berkhidmat pada Allah di Baitul Maqdis. Dia tidak sering keluar dari Rumah-Nya, terlebih bergaul dengan lelaki. Allah menjawab seperti masalah Nabi Zakaria diatas, kalau hal tersebut gampang saja bagi-nya, kun fayakun, jadi apapunyang Dia kehendaki pastinya akan berlangsung. Dialah Allah SWT yang Maha Pencipta. harga domba bandung

Maryam berkata : “Ya Tuhanku, begitu mungkin saja saya memiliki anak, walau sebenarnya saya belum juga sempat disentuh oleh seseorang lelakipun. ” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril) : “Demikianlah Allah membuat apa yang diinginkan-Nya. Jika Allah berkehendak mengambil keputusan suatu hal, jadi Allah cuma cukup berkata padanya : “Jadilah”, lantas jadilah dia. (3 : 47)

Serta Allah juga akan mengajarkan padanya Al Kitab, Hikmah, Taurat serta Injil. (3 : 48)

Allah mengutus Nabi Isa pada Bani Israil. Pada Bani Israil Nabi Isa menerangkan sinyal tanda kenabiannya yakni mukjizat menghidupkan burung dari tanah liat, menghidupkan orang mati, mengobati orang buta serta berpenyakit kusta.

Serta (jadi) Rasul pada Bani Israil (yang berkata pada mereka) : “Sesungguhnya saya sudah datang padamu dengan membawa suatu hal sinyal (mu’jizat) dari Tuhanmu, yakni saya buat buat kamu dari tanah berupa burung ; lalu saya meniupnya, jadi ia jadi seekor burung dengan seizin Allah ; serta saya mengobati orang yang buta dari sejak lahirnya serta orang yang berpenyakit sopak ; serta saya menghidupkan orang mati dengan seizin Allah ; serta saya kabarkan padamu apa yang anda makan serta apa yang anda taruh di rumahmu. Sebenarnya pada yang sekian itu yaitu satu sinyal (kebenaran kerasulanku) bagimu, bila anda benar-benar beriman. (3 : 49)

Nabi Isa berkata pada kaumnya kalau dia membetulkan kitab-itab terdahulu yang sudah di turunkan pada Nabi Musa (Taurat) serta Nabi Daud (Zabur), lantas menghalalkan apa yang dulu diharamkan.

Serta (saya datang padamu) membetulkan Taurat yang datang sebelumku, serta untuk menghalalkan bagimu beberapa yang sudah diharamkan untukmu, serta saya datang padamu dengan membawa satu sinyal (mu’jizat) dari pada Tuhanmu. Karenanya bertakwalah pada Allah serta ta’atlah kepadaku. (3 : 50)

Lantas Nabi Isa memohon kaumnya supaya menyembah Allah SWT jadi jalan yang benar. layanan aqiqah di bandung

Sebenarnya Allah, Tuhanku serta Tuhanmu, karenanya sembahlah Dia. Berikut jalan yang lurus”. (3 : 51)

Dibuat dari beragam sumber